POSTER PENELITIAN FUNDAMENTAL



Proporsi penggunaan berbagai jenis daun tanaman untuk pakan ternak kambing pada lokasi dan ketinggian berbeda di wilayah Malang Raya

Jurnal Ilmu-ilmu Peternakan
P-ISSN : 0852-3681
E-ISSN : 2443-0765

Sri Susanti, Eko Marhaeniyanto
Silakan Unduh pada Link URL


Prodising Seminar di UNIKAMA
Silakan Unduh pada Link URL

BUKU AJAR" Solusi Cepat Penelitian dan Analisis Pakan"

BUKU AJAR
" Solusi Cepat Penelitian dan Analisis Pakan"

BUKU AJAR"Identifikasi Tanaman Pohon Potensial Sebagai Pakan Ternak Ruminansia"

BUKU AJAR

BERPIKIR POSITIF



Kesadaran memang biasanya muncul agak terlambat. Tetapi tidak jadi soal, pada umur berapa kita menyadari dalam hal ini. Orang yang sadar tetap lebih memiliki peluang untuk berhasil dibandingkan yang pingsan. Orang bijak bilang, jika anda berhasil mengenali impian anda, maka anda sudah 50% berhasil mencapainya.
Pemilik usaha. Anda tidak akan pernah terkalahkan jika anda tidak mengijinkan siapapun menaklukkan anda
Rasio kemakmuran. Kerjakan duniamu seperti akan hidup selama-lamanya. Kerjakan urusan akhiratmu seakan besok pagi kamu akan mati (Sahabat Ali r.a).
Kiyosaki. Anda akan mulai  disebut kaya atau makmur, jika seluruh pengeluaran anda sudah mulai ditutup dengan hasil dari sekumpulan aset yang anda bangun, bukan ditutup dengan gaji.
Sikap orang sukses. Menyerah adalah solusi permanen untuk sebuah persoalan temporer.  Keamanan untuk bekerja keras dan cita-cita besar dapat membawa seseorang keluar dari situasi yang sangat buruk ke situasi yang sangat  membahagiakan. Bisnis dengan menggunakan uang atau modal orang lain, kepercayaan adalah modal utamanya. Impian akan mengalahkan kendala. Sikap adalah faktor penentu kesuksesan. Ada masanya memanen, ada masanya menuai.

Bervisi besar dan memiliki citra diri yang benar. Orang sukses selalu fokus pada target dan sasaran. Berfikir positif akan mengatasi kendala dengan cara memperbesar visi dan impiannya menjadi jauh lebih besar dari ukuran kendalanya.

Strategi menuju sukses (Djon Donan, John Maswell)
Cara berfikir positif :

1.    Bertindak, berjalan, berbicara dan berfikir seperti orang yang kita kagumi

2.    Tanamkan pikiran sukses, hilangkan kata tidak dapat, tidak mungkin, tidak akan dan sejenisnya.

3.    Pancarkan sikap baik

4.    Perlakukan sikap orang yang dijumpai sebagai orang yang paling penting, tidak ada makian, celaan dan teguran.

5.    Usahakan setiap orang merasa dibutuhkan, diperlukan dan dihargai.

6.    Lihatlah hal-hal yang terbaik dalam diri setiap orang

7.    Jangan ungkapkan kondisi kesehatan anda kepada orang lain, kecuali jika anda sedang dalam kondisi paling baik.

8.    Carilah sisi terbaik dalam gagasan baru yang anda temui.

9.    Hindari batu sandungan berupa hal-hal yang sepele.

10 Kembangkan sikap mental untuk selalu memberi

 
Hasil dari sikap positif :

1.    Tumbuh rasa percaya diri

2.    Inisiatif/ciptakan momentum

3.    Ketekunan

4.    Kreatifitas

5.    Kepemimpinan (Pelayan + Panutan)

6.    Perkembangan Kepribadian

7.    Produktif
 

Tanamkan sikap: Saya bertanggung jawab terhadap apapun yang terjadi.

 

JANGAN TAKUT UJIAN

JAUHKAN ANAKMU DARI KEMUDAHAN
(Rhenald Khasali)
Seorang mahasiswi mengeluh. Dari SD hingga lulus S-1, ia selalu juara. Namun kini, di program S-2, ia begitu kesulitan menghadapi dosennya yang menyepelekannya. Judul tesisnya selalu ditolak tanpa alasan yang jelas. Kalau jadwal bertemu dibatalkan sepihak oleh dosen, ia sulit menerimanya.
Sementara itu, teman-temannya, yang cepat selesai, jago mencari celah. Ia menduga, teman-temannya yang tak sepintar dirinya itu "ada main" dengan dosen-dosennya. "Karena mereka tak sepintar aku," ujarnya.
Banyak orangtua yang belum menyadari, di balik nilai-nilai tinggi yang dicapai anak-anaknya semasa sekolah, mereka menyandang persoalan besar: kesombongan dan ketidakmampuan menghadapi kesulitan. Bila hal ini saja tak bisa diatasi, maka masa depan ekonominya pun akan sulit.
Mungkin inilah yang perlu dilakukan orangtua dan kaum muda: belajar menghadapi realitas dunia orang dewasa, yaitu kesulitan dan rintangan.
Hadiah orangtua
Psikolog Stanford University, Carol Dweck, yang menulis temuan dari eksperimennya dalam buku The New Psychology of Success, menulis, "Hadiah terpenting dan terindah dari orangtua pada anak-anaknya adalah tantangan".
Ya, tantangan. Apakah itu kesulitan-kesulitan hidup, rasa frustrasi dalam memecahkan masalah, sampai kegagalan "membuka pintu", jatuh bangun di usia muda. Ini berbeda dengan pandangan banyak orangtua yang cepat-cepat ingin mengambil masalah yang dihadapi anak-anaknya.
Kesulitan belajar mereka biasanya kita atasi dengan mendatangkan guru-guru les, atau bahkan menyuap sekolah dan guru-gurunya. Bahkan, tak sedikit pejabat mengambil alih tanggung jawab anak-anaknya ketika menghadapi proses hukum karena kelalaian mereka di jalan raya.
Kesalahan mereka membuat kita resah. Masalah mereka adalah masalah kita, bukan milik mereka.
Termasuk di dalamnya adalah rasa bangga orangtua yang berlebihan ketika anak-anaknya mengalami kemudahan dalam belajar dibandingkan rekan-rekannya di sekolah.
Berkebalikan dengan pujian yang dibangga-banggakan, Dweck malah menganjurkan orangtua untuk mengucapkan kalimat seperti ini: "Maafkan Ibu telah membuat segala sesuatu terlalu gampang untukmu, Nak. Soal ini kurang menarik. Bagaimana kalau kita coba yang lebih menantang?"
Jadi, dari kecil, saran Dweck, anak-anak harus dibiasakan dibesarkan dalam alam yang menantang, bukan asal gampang atau digampangkan. Pujian boleh untuk menyemangati, bukan membuatnya selalu mudah.
Saya teringat masa-masa muda dan kanak-kanak saya yang hampir setiap saat menghadapi kesulitan dan tantangan. Kata reporter sebuah majalah, saya ini termasuk "bengal". Namun ibu saya bilang, saya kreatif. Kakak-kakak saya bilang saya bandel. Namun, otak saya bilang "selalu ada jalan keluar dari setiap kesulitan".
Begitu memasuki dunia dewasa, seorang anak akan melihat dunia yang jauh berbeda dengan masa kanak-kanak. Dunia orang dewasa, sejatinya, banyak keanehannya, tipu-tipunya. Hal gampang bisa dibuat menjadi sulit. Namun, otak saya selalu ingin membalikkannya.
Demikianlah, hal-hal sepele sering dibuat orang menjadi masalah besar.
Banyak ilmuwan pintar, tetapi reaktif dan cepat tersinggung. Demikian pula kalau orang sudah senang, apa pun yang kita inginkan selalu bisa diberikan.
Panggung Orang Dewasa
Dunia orang dewasa itu adalah sebuah panggung besar dengan unfair treatment yang menyakitkan bagi mereka yang dibesarkan dalam kemudahan dan alam yang protektif.
Kemudahan-kemudahan yang didapat pada usia muda akan hilang begitu seseorang tamat SMU.
Di dunia kerja, keadaan yang lebih menyakitkan akan mungkin lebih banyak lagi ditemui.
Fakta-fakta akan sangat mudah Anda temui bahwa tak semua orang, yang secara akademis hebat, mampu menjadi pejabat atau CEO. Jawabannya hanya satu: hidup seperti ini sungguh menantang.
Tantangan-tantangan itu tak boleh membuat seseorang cepat menyerah atau secara defensif menyatakan para pemenang itu "bodoh", tidak logis, tidak mengerti, dan lain sebagainya.
Berkata bahwa hanya kitalah orang yang pintar, yang paling mengerti, hanya akan menunjukkan ketidakberdayaan belaka. Dan pernyataan ini hanya keluar dari orang pintar yang miskin perspektif, dan kurang menghadapi ujian yang sesungguhnya.
Dalam banyak kesempatan, kita menyaksikan banyak orang-orang pintar menjadi tampak bodoh karena ia memang bodoh mengelola kesulitan. Ia hanya pandai berkelit atau ngoceh-ngoceh di belakang panggung, bersungut-sungut karena kini tak ada lagi orang dewasa yang mengambil alih kesulitan yang ia hadapi.
Di Universitas Indonesia, saya membentuk mahasiswa-mahasiswa saya agar berani menghadapi tantangan dengan cara satu orang pergi ke satu negara tanpa ditemani satu orang pun agar berani menghadapi kesulitan, kesasar, ketinggalan pesawat, atau kehabisan uang.
Namun lagi-lagi orangtua sering mengintervensi mereka dengan mencarikan travel agent, memberikan paket tur, uang jajan dalam jumlah besar, menitipkan perjalanan pada teman di luar negeri, menyediakan penginapan yang aman, dan lain sebagainya. Padahal, anak-anak itu hanya butuh satu kesempatan: bagaimana menghadapi kesulitan dengan caranya sendiri.
Hidup yang indah adalah hidup dalam alam sebenarnya, yaitu alam yang penuh tantangan.
Dan inilah esensi perekonomian abad ke-21: bergejolak, ketidakpastian, dan membuat manusia menghadapi ambiguitas. Namun dalam kondisi seperti itulah sesungguhnya manusia berpikir. Dan ketika kita berpikir, tampaklah pintu-pintu baru terbuka, saat pintu-pintu hafalan kita tertutup.
Jadi inilah yang mengakibatkan banyak sekali orang pintar sulit dalam menghadapi kesulitan.
Maka dari itu, pesan Carol Dweck, dari apa yang saya renungi, sebenarnya sederhana saja: orangtua, jangan cepat-cepat merampas kesulitan yang dihadapi anak-anakmu. Sebaliknya, berilah mereka kesempatan untuk menghadapi tantangan dan kesulitan


IB dalam Gambar

IB dalam gambar (Mohd Shahrir, 2015) dari https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10207439068323788&set=pcb.550461795107620&type=1&theater

















IDUL FITRI 1436 H